Profil Pastika
Sesungguhnya Tuhan Yang Maha Esa menciptakan manusia di muka bumi sebagai Khalifah atau pemimpin di bumi, agar bermanfaat untuk sesama makhluk-Nya dan saling menyayangi mengasihi serta perdamaian tanpa membedakan ras, suku, bangsa, agama, karena manusia merupakan sebuah keluarga besar. Hakekat pembangunan manusia sebenarnya adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya untuk mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan serta mencerdaskan kehidupan bangsa menuju tercapainya masyarakat yang adil dan makmur, gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerta Raharja.
Manusia Indonesia yang berkualitas yang dimaksud adalah manusia yang beriman, beradab, berilmu, dan bertakwa kepada Allah Subhanahu Wata'ala, berbudi pekerti luhur, berkepribadian cerdas kreatif, terampil, profesional, serta mempunyai etos kerja dan bertanggung jawab serta sehat jasmaniah maupun rohaniah. Para Founding Father negeri ini menjadi contoh manusia yang berkualitas hingga melahirkan cita-cita luhur yang tertuang dalam Pembukaan Undang Undang Dasar 1945, yaitu berkehidupan kebangsaan yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Presiden Soekarno, salah satu Founding Father Indonesia, berpesan jangan sekali-kali melupakan sejarah (Jas Merah). Bangsa ini lahir dari suatu proses perjalanan sejarah, yang tidak pernah putus mulai masa Purwa Aji Saka, Medang Mataram Kuno, Kahuripan, Singosari, Majapahit, Demak, Pajang, Mataram Islam hingga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Tentang proses perjalanan sejarah itu pastilah berawal dari desa yang kaya akan nilai-nilai kebudayaan, khususnya di wilayah Jawa. Oleh karenanya sejarah desa menjadi penting dan besar kontribusinya terhadap sejarah nasional. Nilai-nilai kebudayaan di desa menjadi karakter manusia Indonesia yang berkualitas. Atas dasar pemikiran itulah diperlukan suatu wadah bersama untuk menginventarisasi, beraktualisasi, berdiskusi, meneliti, mengobservasi, menyusun narasi, mengedukasi, tentang kesejarahan dan kebudayaan untuk menyiapkan generasi-generasi manusia Indonesia yang berkualitas.
Transformasi panjang Yayasan Pastika Kabupaten Sragen dimulai pada 11 Desember 2020 dengan mengumpulkan segenap perwakilan komunitas pemerhati dan pelestari sejarah budaya di Kabupaten Sragen, antara lain ; Sedulur Jagad Sukowati (Sejati), Tilik Ibu Pertiwi, Sragen Jadoel, Jambeyan Tempo Dulu, Serdadu Agung Nartin, Sekar Palupi yang berikrar untuk memelihara dan melestarikan sejarah dan budaya Kabupaten Sragen dalam misi " Ekspedisi Sukowati". Tepat empat bulan setelahnya komunitas ini berkembang dengan memakai bendera Yayasan Palapa Mendira Harja Kabupaten Sragen. Bergerak dalam membranding, menelisik, mencari sumber data, serta menulis tentang 10 Obyek Pemajuan Kebudayaan (OPK) serta Sejarah Hari Jadi Desa di berbagai tempat.
Pada perkembangannya Yayasan Palapa Mendira Harja berkeinginan untuk berkembang secara mandiri di lingkup Kabupaten Sragen, dengan formasi awal membentuk sebuah kelompok bernama Pastika. Beranggotakan tim inti sebanyak 4 personel, Pastika mengambil inspirasi dari sebuah Prasasti berangka Tahun 856 Masehi bernama Prasasti 'Siwagrha" atau Prasasti Wantil yang ditemukan di Candi Prambanan, Jawa Tengah. Prasasti tersebut menerangkan tentang tempat peristirahatan terakhir Mpu Manukku atau nama lain dari Rakai Pikatan Dyah Saladu yang terletak di sebuah desa bernama Pastika. Dalam aksara Pallawa bahasa Sansekerta nama Pastika dapat diartikan sebagai Batu Kristal.
Setelah transformasi keanggotaan berubah pada 31 Desember 2024, Pastika melakukan program besar bertajuk " Ekspedisi Mangkubumi" dengan tajuk Inventarisasi Jejak Pangeran Mangkubumi di Bumi Sukowati dengan berbagai program besar yang terarah dan terukur dengan tujuan membuat satu ensiklopedia besar tentang lokasi petilasan Pangeran Mangkubumi atau Sri Sultan Hamengkubuwono I di Bumi Sukowati Kabupaten Sragen.
Sampai akhirnya seluruh anggota komunitas bersepakat untuk membuatkan legalitas bagi Pastika dalam suatu wadah berbentuk Yayasan yang di akui secara resmi oleh negara dalam hal ini Kementerian Hukum Republik Indonesia. Yayasan Pastika Kabupaten Sragen disahkan pendiriannya berdasarkan Keputusan Menteri Hukum Republik Indonesia Nomor AHU-0028108.AH.01.04. Tahun 2025.
Crew Pastika
Crew Pastika Kabupaten Sragen
Lilik Mardiyanto, S.Sos.
Ketua
Tri Rahayu, S.S.
Sekretaris
Bambang Purwanto
BendaharaKontak Pastika
Pastika Sragen
ALamat
Jl. DR. Wahidin Griya Sragen Dok, RT 016/RW 006, Kelurahan Sragen Wetan, Sragen
HP/TELP
0813-9307-4005
pastika.sragen07@gmail.com
PASTIKA